SEHAT ITU PENTING

Senin, 06 Februari 2012

TUBERKULOSIS PARU


Etiologi: Micobacterium tuberculosa

Klasifikasi:
WHO 1991 berdasarkan terapi:
-      Kategori 1: Kasus baru dengan sputum positif atau dengan bentuk TB berat.
-      Kategori 2: Kasus kambuh atau kasus gagal dengan sputum BTA (Basil Tahan Asam) positif.
-      Kategori 3: Kasus BTA negatif dengan kelainan paru yang tidak luas atau kasus TB ekstra paru selain dari yang disebut dalam kategori 1.
-      Kategori 4: TB kronik.

Gejala Klinis:
-      Demam
-      Batuk/ batuk darah selama > 4 minggu
-      Sesak nafas
-      Nyeri dada
-      Malaise (tidak nafsu makan, BB menurun, sakit kepala, meriang, nyeri otot, keringat malam.




Pemeriksaan Penunjang:
-      Lab darah rutin       : LED normal/ meningkat, limfositosis.
-      Foto thoraks PA      : Bayangan lesi terletak diatas atau dibawah, bayangan berawan, kavitas, kelainan bilateral (terutama di lapisan atas paru), kalsifikasi.
-      Sputum BTA (Basil Tahan Asam).
-      Tes Mantoux/ tuberkulin.

Penatalaksanaan:
OAT (Obat Anti Tuberkulin) diberikan dalam kombinasi sedikitnya 2 obat yang bersifat bakterisidal dengan atau tanpa obat ketiga. OAT yang biasa digunakan:
-      Isoniazid
-      Rifampisisn
-      Pirazinamid
-      Streptomisin
-      Etambutol



Sumber: Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam FK UI Edisi IV