SEHAT ITU PENTING

Senin, 06 Februari 2012

HIPERTENSI ESENSIAL




Hipertensi Esensial adalah hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya. Klasifikasi Hipertensi menurut JNC 7:
- Normal (sistole dan diastole)              : <120 dan <80
- Prehipertensi                                    : 120-139 atau 80-89
- Hipertensi 1                                      : 140-159 atau 90-99
- Hipertensi 2                                      : >160 atau >100

Patogenesis
Hipertensi esensial adalah penyakit multifaktorial yang timbul terutama karena interaksi antara factor-faktor resiko tertentu. Faktor resiko:
-      Merokok
-      Obesitas
-      Kurangnya aktifitas fisik
-      Dislipidemia
-      Diabetes Melitus
-      Mikroalbuminurea/ LFG < 60 ml per menit
-      Usia
Penyebab:
-      Kontraksi otot jantung meningkat
-      Volume sekuncup meningkat
-      Tekanan perifer (vasokonstriksi)

Patofisiologi
Tekanan di glomerulus menurun menyebabkan renin terlepas. Renin akan mengubah angiotensin menjadi angiotensi 1. Kemudian dengan bantuan angiotensinogen, angiotensin 1 aka di ubah menjadi angiotensin 2. Angiotensin 2 ini akan menyebabkan vasokonstriksi pada pembuluh darah, membantu mensekresi aldosteron dan ADH (Anti Deuretik Hormon).

Penatalaksanaan
Tujuan:
-      Target tekanan darah < 140/90 mmHg, untuk individu beresiko tinggi (diabetes, gagal ginjal, proteinuria) < 130/80 mmHg.
-      Penurunan morbilitas dan mortalitas kardiovaskular.
-      Menghambat laju penyakit ginjal proteinuria.

Non Farmakologi
-      Perbaiki gaya hidup
-      Latihan fisik
-      Menurunkan BB ke BB ideal
-      Kurangi asupan garam
-      Perbanyak konsumsi buah dan sayuran

Farmakologi
-      Diuretika (thiazide), Kontraindikasi: Gout dan hamil.
-      Diuretika (anti aldosteron), kontraindikasi: Gagal ginjal dan hiperkalemia.
-      Beta Bloker, kontraindikasi: asma, penyakit pembuluh darah perifer, intoleransi glukosa, atlit/ pasien yang aktif bergerak.
-      Calcium Antagonis (dyhidropiridine), kontraindikasi: takiaritmia, gagal jantung kongestif, A-V bloker.
-      Calcium Antagonis (Verapamil, diltiazem), kontraindikasi: gagal jantung kongestif, A-V bloker.
-      ACE inhibitor, kontraindikasi: kehamilan, hiperkalemia, stenosis arteri renalis bilateral.
-      Angiotensin 2 reseptor antagonis (ARB), kontraindikasi: sama seperti ACE Inhibitor.
-      Alpha bloker, kontraindikasi: gagal jantung kongestif, hipotensi.



Tatalaksana menurut JNC 7:
-      Normal                   : Dianjurkan perbaiki pola hidup.
-      Prehipertensi : Perbaiki pola hidup.
-      Hipertensi 1            : Perbaiki pola hidup, diuretik jenis thiazide untuk sebagian besar kasus, dapat dipertimbangkan ACE Inhibitor, ARB, BB, CCB
-      Hipertensi 2            : Perbaiki pola hidup, kombinasi 2 obat ( biasanya diuretik jenis thiazide dan ACE Inhibitor).

Kombinasi obat-obat hipertensi:
-      Diuretik dan ACE Inhibitor atau ARB
-      CCB dan BB
-      CCB dan ACE Inhibitor atau ARB
-      Diuretik dan CCB
-      AB dan BB

Pemantauan:
Pasien harus datang kembali untuk evaluasi lanjutan dan pengaturan dosis obat sampai target tekanan darah tercapai. Setelah tercapai, cukup cek up 3-6 bulan sekali.



Sumber: Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam FK UI Edisi IV

Tidak ada komentar:

Posting Komentar